Minggu, 07 September 2014

Arachely n Sari + Kamus Bahasa Indiaaaa


Hi! = Namastey! नमस्ते
Selamat Pagi! = Suprabhaat सुप्रभात
Selamat malam! = Shubh sundhyaa. शुभ संध्या
Selamat datang! = Aapka swaagat hai! आपका स्वागत हैं।
Apa kabar? = Aap kaisey hain? आप कैसे हैं ?
Saya baik-baik saja, terima kasih! = Mein theek hoon, shukriya! मैं ठीक हुँ ।
Dan kamu? = Aur aap? और आप?
Baik/Biasa-biasa saja. = Accha/ Theek-thaak अच्छा/ ठीक-ठाक
Terima Kasih (Banyak)! = Shukriyaa (Bahut dhanyavaad) शुक्रीया (बहुत धन्यवाद)
Sama-sama! (Balasan "Terima Kasih") = Gelengkan saja kepala anda :)
Hey! Teman! = Arrey, Dost!. अरे, दोस्त
Aku sangat merindukanmu! = Mujhey aapkee bahut yaad aaee.? मुझे आपकी बहुत याद आयी।
Apa yang terjadi? = Kyaa chal rahaa hai?; क्या चल रहा हैं?
Tidak banyak = Zyaada kuch nahi ज्यादा कुछ नहीं ।
Selamat Malam! = Shubh raatri. शुभ रात्री।
Sampai jumpa lagi! = Phir milen-gay.! अलविदा।
Selamat Tinggal! = Alvida! अलविदा।





 Minta Tolong
Saya tersesat = Hum kho gaye hain. हम खो गये हैं ।
Ada yang bisa saya bantu? = Kya mein aapki madad kar sakta/ sakti (female) hoon? क्या मैं आपकी मदद कर सकता /सकती हुँ ।
Anda bisa membantu saya? = Kya aap meri madad kar saktey hain? क्या आप मेरी मदद कर सकते हैं ।
Dimana toilet/apotik? = śaucaghara/ pharmacy kahaan hai? शौचघर/ फार्मेसी कहां है
Lurus! = Seedhey jaaey! सीधे जाएँ
Belok Kiri/ kanan! = Phir bānyae/ dānyae mudiye फिर बाएँ-दाएँ मुडिए ।
Saya sedang mencari John.=Mein John ko dhoondh rahaa/ rahi (female) hoon. मैं जोन को ढुँढ रहा-रही हुँ ।
Tunggu sebentar! = Ek minat… एक मिनट
Berapa harganya? = Kitna Rupiah hai? यह कैसे दिया ।
Permisi! = Kshama keejeeae… क्षमा कीजिए ।
Ikut saya! = Mere saath aaeeyé! 
aap kya dekhna chhate hain? - apa yg ingin kau lihat?
Men Taj Mahal Dekhna Chhate Hain? - gw inign lihat taj mahal.



 Vah kahaan hai? - dimana mereka?
nama saya varun - mera naam varun hai.
vah kaun hai - siapa mereka?
siapa-kaun
apa-kyaa
mengaa-kyun (dibaca kyo)
varun kya kar raha hai - apa yang dilakukan varun
ye ek pencil - ini pensil
ye kya hain - ap ini?
woh kya hai - apa itu?
samay kya hua hai - jam berapa sekarang?




 chay - teh चय
bahut - sangat बहूत
komputer - kampyuter (कंप्यूटर), abhikalitra, parikalka, kalnitra
shabdakosh - kamus
apshabda - bahasa kasar
apehran - melarikan diri
aayega (M) - AKAN DATANG
aayegi (F) - AKAN DATANG
selebriti - kalakar
ghar (घर), grih (गृह), waas (वास), waasthaan (वास्थान) - rumah, tempat tinggal
TV - television, doordashan (दूर्दरशन)
samay - waktu (समय)
desh - negeri
india - india, bharat (भारत)
gila - pagal (पागल)
hamara (m), hamari (f) - kami
jaadoo (जादू)- ajaib
patshalaa - sekolah
bank - bank, adhikosh 
pyaar - prem - cinta 
ek, koi - sebuah
kahaani - cerita
santaan - generasi, keturunan
sangam - perkumpulan (संगम)
bidaai - perpisahan (बिदाई)
nahiin - tidak (नहीं)
haan - ya
vijay - kemenangan
garam - pedas
kaki - foot, pad
aankh - mata
aankhen (jamak) - mata
aasha karna - alasan
maaf karna - maaf
binatang - pashu
desi - penduduk asli
garbhastrav - aborsi
bag - tas
utsav - festival
berita - samachar
aap ke mil ke hushi hui - seang bertemu dengan anda
deshiy - asli, pribumi
akhbar - koran
swami - pemilik
rashtriy - nasional (रष्ट्रीय)
devyog - kecelakaan
devyog se - secara kebetulan
purwaz - primitif
asmanya - tidak normal
yogyata - kemampuan, kesanggupan
yogya - pintar
anusar - sesuai, serasi
anukulna - adaptasi
parisuddha - suci
sampurna, paripurna - sempurna
nila - biru
asanna - bersampinga
inggris - angezi
buku - kita, graanth, pethi, pustak





 1 - ek

आ = aa
अ = a
ज = ja
औ = au
ऐ = ai
ई = ii
ऊ = uu
भ = bha
ङ = ddha
घ = gha
ध = dha
झ = jha
ओ = o
ए = e
इ= i
उ= u
प= pa
फ = pha
र = ra
क = ka
ख = kha
त = ta
थ = tha
ण = nna
म = ma
न = na
व = va
ल = la
श = sha
स = sa
ट = tta
य = ya
च ca
छ = cha

त्र = tra
क्ष = ksha
श्र = shra
प्त = pta
ह्य = hya
द्व = dwa


















Kamis, 04 September 2014

MAKNA PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK SEJAK USIA DINI


Anak adalah amanah Allah swt, yang diberikan kepada orangtua, masyarakat dan bangsa. Nasib dan masa depan bangsa di kemudian hari, ditentukan oleh kondisi anak bangsa hari ini. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, yaitu generasi yang kuat imannya, mantap ilmunya, baik amalnya, dan mulia akhlaknya.







 
Pendidikan Agama yang sumbernya pada nilai-nilai Qur’an semakin terasa diperlukan oleh anak-anak, untuk mempersiapkan masa depannya yang lebih maju, kompleks, canggih dan penuh tantangan. Hal ini disebabkan kecenderungan masa depan yang kompleks dalam memecahkan masalah yang cenderung secara rasional yang berdampak pada pengabaian nilai-nilai moral demi    kemanfaatan    sesaat.





 Pendidikan agama sesungguhnya adalah pendidikan untuk pertumbuhan total seorang anak didik. Dan tidak benar jika dibatasi hanya kepada pengertian-pengertiannya konvensional dalam masyarakat. Karena itu peran orang tua dalam mendidik anak melalui pendidikan keagamaan yang benar adalah amat penting. Oleh Karena itu pendidikan agama keagamaan dalam keluarga tidak hanya melibatkan orang tua saja, akan tetapi seluruh keluarga dalam usaha menciptakan suasana keagamaan yang baik dan benar dalam keluarga. Peran orang tua tidak hanya barupa pengajaran, tetapi juga berupa peran tingkah laku, ketauladanan dan pola-pola hubungannya dengan anak yang dijiwai dan disemangati oleh nilai-nilai keagamaan menyeluruh. Seperti pepatah mengatakan bahwa pendidikan dengan bahasa perbuatan (perilaku) untuk anak adalah lebih efektif dan lebih mantap dari pada pendidikan dengan bahasa ucapan. Karena itu yang penting adalah adanya penghayatan kehidupan keagamaan dalam suasana keluarga.
Perkembangan spiritualitas pada anak terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil dalam keluarga, disekolah dan dalam masyarakat lingkungan. Semakin banyak pengalaman yang bersifat agama atau spiritualitas akan semakin banyak unsur agama, maka sikap, tindakan, kelakuan dan caranya menghadapi hidup akan sesuai dengan ajaran agama.









Pengenalan pendidikan agama pada anak sejak usia dini memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
1)    Terbentuknya kepribadian muslim yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, dan terampil dalam beramal, agar ia kelak mampu hidup dalam suasana persaingan hidup yang semakin kompetitif tanpa kehilangan identitas dan jati dirinya sebagai seorang muslim
2)    Dapat memberikan perencanaan yang jelas perihal masa depan mereka
3)    Dapat menyelamatkan anak dari keruntuhan moral