Selasa, 06 Januari 2015

Pantai Balongan Indramayu

Pantai-pantai di Pulau Jawa memang lebih didominasi oleh bagian selatannya. Tapi bukan berarti di utara Jawa nihil wisata pantai. Buktinya, di Indramayu, Jawa Barat ada Pantai Balongan yang masih cantik bak perawan.
Banyak wisatawan belum tahu ada pantai-pantai cantik di Indramayu, Jawa Barat. Padahal, kabupaten ini punya beberapa pantai yang berpotensi sebagai destinasi tujuan wisata, salah satunya adalah Pantai Balongan.







Ini adalah salah satu pantai tercantik yang ada di Indramayu. Pasir pantainya memang tidak putih, tapi cukup halus dan aman untuk anak-anak. Selain itu, ada juga kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar dan menambah kecantikan pemandangan pantai ini. Dari sini, Anda juga bisa mampir ke Pantai Juntinyuat dan Pantai Indah Karangsong yang berada tidak jauh dari lokasi Pantai Balongan.




















Sebut saja Balongan, semua orang pasti tahu dan namanya memang cukup terkenal. Sebagai kawasan kilang minyak di Indramayu Jawa Barat, tak ayal jika Balongan selalu menjadi pusat perhatian dunia terutama negara pemburu minyak.


Namun tidak semua orang tahu, jika di Balongan memiliki obyek wisata pantai dengan latar depan hamparan laut Jawa, yang nampak bebas tanpa batas. Juga hilir mudik perahu nelayan yang berkeliaran untuk mengais rejeki kehidupan.

Bahkan burung camar dan sekali-kali burung kuntul putih terbang tanpa lelah memburu ikan. Rindangnya pohon kelapa di bibir pantai. Sebuah lukisan alam yang enak untuk disimak dan dinikmati di pinggir pantai Balongan Indah - julukan obyek wisata itu.

Lebih dari itu, pantai ini memang nyaman dan aman ungtuk dikunjungi. Dan akses menuju ke obyek wisata ini tidak terlalu rumit. Justru kerumitan muncul lantaran kebersihan area wisata bahari masih jauh dari harapan.

Sayang memang keindahan pantai ini tercoreng oleh sampah yang berserakan, ditambah dengan buruknya penataan areal wisata dan kurangnya sarana fasilitas bermain bagi anak-anak, fasilitas umum yang kurang memenuhi syarat.

































Akses jalan ke lokasi masih tanah liat dan bebatuan. Jika musim hujan tiba kondisinya makin parah. Juga munculnya pedagang makanan dan minuman yang tidak tertata dan terkesan alakadarnya.

Padahal pantai balongan ini boleh dikatakan satu-satunya obyek wisata yang diandalkan di kabupaten Indramayu. Karena memang, kota yang ada di Pantura ini termasuk kategori daerah minim obyek wisata. Dan Pantai Balongan menjadi harapan wisatawan lokal untuk tempat rekreasi, tapi sayang kondisinya belum memenuhi standart.

Ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat dan daerah sangat-sangat rendah. Apalagi tidak ada perhatian Pertamina UP VI selaku pemiliki otoritas pantai ini karena destinasi ini berada di area kilang minyak sebagai penghasil devisa negara.

Atau memang kepedulian dalam menjaga dan memelihara obyek wisata pantai tidak ada? mungkin juga kebereadaan destinasi hanya sebagai pelengkap penghibur masyarakat Indramayu dan sekitarnya agar tak terlalu mengusik keberdaan kilang minyak itu?

Ditambah lagi kenyataan bahwa tidak ada promosi dan publikasi yang gencar terkait dengan obyek wisata ini, sehingga terkesan obyek wisata dibiarkan terlantar, merana
dan tak terurus. Menyedihkan memang.
























Strawberry Cafe Lenteng Agung


STRAWBERRY CAFE menyasar segmen keluarga dan umumnya para kaum muda yang enerjik, dinamis dan terus mencari sajian makanan yang tidak hanya lezat namun juga unik, harga terjangkau, dan dilengkapi dengan lokasi yang lnyaman sebagai tempat "nongkrong bareng".
Sampai saat ini STRAWBERRY CAFE dapat dikatakan menjadi pemain utama di bidang cafe bersegmen anak muda dengan brand awareness yang sangat kuat dan berbagai prestasi termasuk diliput media dan tercatat di buku rekor Indonesia .

Adapun faktor-faktor unggulan yang berpotensi meningkatkan penjualan produk-produk STRAWBERRY CAFE adalah :

  1. Sajian makanan dan minuman yang lezat dan unik yang disajikan dengan harga terjangkau serta inovasi menu makanan yang berkesinambungan sehingga membuat konsumen selalu kembali untuk menikmati hidangan di STRAWBERRY CAFE.
  2. Koleksi board game yang lengkap yang membuat pelanggan betah menikmati hidangan di STRAWBERY CAFE sambil bermain dengan teman-teman. Banyaknya koleksi game yang selalu bertambah membuat pengunjung penasaran dan selalu kembali lagi untuk mencoba games  baru.
  3. Lokasi yang nyaman sebagai tempat hang out atau nongkrong bareng bersama keluarga, pasangan, ataupun teman-teman.
  4. Promosi terintegrasi oleh kantor pusat STRAWBERRY CAFE dalam memasarkan produk-produknya serta membantu promosi para mitra-nya



Seperti nama tempatnya nuansa serta menu yg ada di cafe ini banyak yg menggandeng buah strawberry, Strawberry ditampilkan dari mulai luar cafe berupa imitasi buah Strawberry dengan lampu yang berkerlip, strawberry ditata bergantungan di pohon-pohon imitasi juga didalamnya.
Salah seorang waiters perempuan memakai celemek yg juga bernuansa strawberry memberikan saya tempat duduk di meja 02 untuk kapasitas 4 orang.
Tidak kurang dari 1 menit salah seorang berpakaian ala Flinston menyapa ramah sembari meletakkan menu, oiya buku menunya dibuat dari kayu berbentuk buah strawberry lalu didalamnya ada beragam makanan dan minuman yang juga banyak unsur strawberry meskipun ga semua menu ada juga yang tanpa itu contohnya steak, sphaghetty, red wine  (masakan jepang, barat, italy dll)
5 menit melihat-lihat menu saya putuskan memilih minuman I love you yg isinya Strawberry+Blueberry Rp. 13.000,- makanan  yang saya pilih adalah Strawberry in Paradise  istilah lain untuk Nasi goreng strawberry dengan topping bakso, sosis, kerupuk, timun dll.
5-10 menit minuman yang saya order datang, seperti yg terlihat warnanya merah darah mirip minuman vampir :p, untuk rasanya asam seperti khasnya jus strawberry :D.
Aktifkan wifi di hp bagi yang suka sekali browsing atau mau update status, karena kalau saya kemarin coba untuk update tulisan & foto pada aplikasi G+ dengan android lumayan kencang juga sinyal wifinya.
Untuk cafe ini pengunjung yg datang didominasi remaja, tapi ada juga keluarga muda mungkin karena pengen coba-coba atau mereka memang pelanggan karena selain menu yang unik ada beberapa game offline yang mereka mainkan sambil terapkan hukuman coretan pada wajah dengan bubuk  (mirip bedak).
Sesekali suara terompet berbunyi, suaranya itu lho  agak berisik mirip terompet tahun baru atau seperti suara terompet pada pertandingan bola, lalu pada salah satu pojok cafe ada tumpukan game (uno, Ludo, tali, dll) ga terlalu yakin apa saja karena memang ga mendekat tapi tertulis Free.
Penampilan Visual menu yang saya pesan seperti deskripsi awal yaitu: berbentuk Nasi goreng, berwarna serupa strawberry dengan tanpa tunggu komando meluncur manis kedalam perut.
Sepertinya suara terompet disitu ada kode yang berbeda, karena ketika ada suara terompet panjang , mendadak tanpa pengumuman lalu lampu utama mulai dimatikan lalu berganti lampu kecil berkedap-kedip (ada sedikit yg saya potret), tak lama kemudian ada rombongan flinston, orang bertopi koboi, strawberry dll berbaris sembari berlari kecil dan menuju satu titik .
Suara makin riuh dan ramai dengan bunyi semprotan air, taburan serta pecahan butiran kecil-kecil kertas dari alat-alat pesta khas untuk kejutan datang dari pojok yang didatangi barisan koboi tadi yang akhirnya baru diketahui oleh saya kalau itu untuk kejutan bagi  orang yang sedang ulang tahun.
 lagu Band Jamrud “Ulang tahun” pun mengalun diikuti menyalanya lampu utama , koboi, flinston dan waiters strawberry kembali ke tempat semula mereka datang dengan wajah ceria.
Cafe  Strawberry
Jln Lenteng Agung Raya no.54. 021-7865616


















Taman Wisata Banjar Bulak Jatibarang

Indramayu - Taman Wisata Banjar , terletak di Desa Bulak Kidul Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, tepatnya dipinggir Jalan raya Jatibarang - Karangampel. Di tempat ini terdapat kelompok kera yang sangat dikeramatkan. Bahkan jumlah monyet ini tidak pernah kurang atau lebih dari 41 ekor. Tempat ini dijadikan sebagai tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi orang saat Hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Adha.





 Datanglah ke Desa Bulak. Desa ini terletak di Kecamatan Jatibarang, 17 KM dari Kota Indramayu. Tepatnya di Desa Bulak, di depan terminal, akan kita temukan areal seluas 2 hektare yang penuh dengan pepohonan.



Memandang jauh ke dalam areal itu, akan tampak tembok memanjang dan gapura kecil yang terbuat dari batu bata merah yang sudah berlumut. Di balik tembok dan gapura itu, di antara pepohonan besar, samar akan terlihat sebuah pekuburan. Sedangkan di depan areal itu sendiri, sebuah gerbang masuk berwarna putih dan tampak kusam. Di situ terpasang sebuah pelang bertuliskan, "Taman Rekreasi Buyut Banjaran Pangeran Surya Negara Desa Bulak Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu".


Aneh juga. Mengapa tempat yang penuh dengan pepohonan besar dan kompleks pekuburan serupa itu disebut dengan taman rekreasi? Tak ada pemandangan apa pun di dalamnya, juga misalnya, kolam renang, atau satu dua permainan yang biasa ada dalam sebuah taman rekreasi umumnya. Lepas dari soal tersebut, tempat yang tak jauh dari perumahan penduduk itu tetaplah memiliki daya tariknya sendiri. Tak hanya bagi masyarakat sekitar, tapi juga bagi para pendatang dari luar kota. Tempat ini memang banyak didatangi untuk berziarah ketimbang sebagai untuk berekreasi. Di tempat itu, di bagian depan, tak jauh dari gapura masuk, terdapat sebuah bangunan sederhana yang di dalamnya terdapat apa yang dipercayai sebagai petilasan Pangeran Surya Negara, seorang pembesar dari Kerajaan Kasepuhan Cirebon




 Selain petilasan Pangeran Surya Negara, satu hal lain yang menjadi daya tarik tempat ini adalah sejumlah kera yang hidup di situ. Mereka hidup di pemakaman dan menyebar di antara pohon kalampok, keserut, dan pohon asam. Bahkan monyet-monyet ini ibarat penghuni tempat itu. Karena itulah dalam buku panduan Pariwisata Kabupaten Indramayu, tempat ini dicantumkan dengan nama Koloni Kera Banjar.


Bagi penduduk setempat dan mereka yang memercayainya, monyet-monyet ini bukanlah sembarang monyet. Mereka berjumlah 41 ekor dan tetap berjumlah sebanyak itu sejak tahun 1601! Artinya, lebih dari tiga ratus tahun monyet-monyet ini lahir dan mati di tempat itu, tapi jumlahnya, percaya atau tidak, jumlahnya tetap 41 ekor! Saat berkunjung di satu petang, sinar matahari nyaris hampir tenggelam. Pemandangan di sekeliling hanya pepohonan di sekitar kompleks pemakaman, padahal cukup penasaran untuk bisa melihat kera-kera tersebut.
"Mereka tidak pernah mengganggu atau mencuri makanan penduduk. Malah orang yang pulang dari pasar atau kebun, dan lewat di sini, sering dengan sengaja menyimpan makanan untuk monyet-monyet ini," kata kuncen. Monyet-monyet itu terdiri dari yang muda, bahkan ada juga yang digendong induknya, hingga yang paling tua. Mereka tampak tidak buas atau galak, seperti monyet kebanyakan jika disodori makanan. Bahkan terkesan, monyet-monyet itu begitu tenang dengan cara menatap yang terasa aneh. Ketika kami membeli pisang, tanpa membuat keributan mereka menghampiri Kamsari yang membagi-bagikannya."Lahirnya kelihatan, tapi matinya tidak pernah ada yang tahu, dan jumlahnya tetap 41. Dulu pernah ada yang mati ketabrak. Bangkainya ada, tapi hilang waktu sudah dikubur. Tengah malam sering saya lihat mereka menggendong monyet yang sudah tua, tapi tidak tahu dibawa ke mana," kata kuncen sejak tahun 1967. Percaya tak percaya dengan cerita Kuncen. Tapi inilah yang banyak dipercayai orang tentang monyet di Desa Bulak. Monyet yang bukan sekadar monyet, tapi juga dianggap sebagai karuhun.







SYAHDAN di tahun 1601, Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon memerintahkan di tempat itu agar dibangun sebuah bendungan. Pengerjaan pembuatan bendungan itu dipimpin oleh Pangeran Surya Nagara dengan para mandor yang didatangkan dari Kesepuhan, sedang penduduk setempat yang menjadi pekerjanya. Namun pada hari Jumat, ketika penduduk sedang bekerja membuat bendungan, tiba-tiba Pangeran Surya Nagara datang meninjau. Dan ia kaget karena tidak menemukan seorang pun mandor di situ.


Setelah dicari ternyata para mandor dan beberapa pekerja sedang makan buah-buahan. Tentu saja Pangeran Surya Nagara merasa marah dan geram. Mereka dianggap tidak taat pada perintah Sultan. "Ketika itu juga Pangeran Surya Nagara berteriak marah dan mengatakan mereka bukan manusia. Lalu sejak itu berubahlah mereka menjadi monyet, dan berjumlah 41 ekor!" tutur kuncen. Lepas dari kebenaran sejarah cerita tersebut, namun satu hal yang pasti, itulah yang menjadi alasan mengapa monyet-monyet di Desa Bulak itu banyak dipercaya sebagai monyet karuhun.


Menurut kuncen atau juru kunci, pernah dulu ada mahasiswa dari Bandung yang merasa penasaran dan melakukan penelitian di tempat itu untuk membuktikan kebenaran jumlah monyet tersebut. Setelah dua minggu mengamati monyet-monyet tersebut setiap hari, mahasiswa itu tetap tidak menemukan jawaban yang logis, mengapa monyet itu jumlahnya tetap 41 ekor. "Pernah juga ada yang mencoba mencurinya, dimasukkan ke dalam peti dan mau dibawa ke Jakarta. Tapi dibawa lagi ke sini. Dan si Pencuri itu mengaku banyak sekali gangguan dalam perjalanan. Kami terus berjalan masuk lebih jauh ke areal itu. Monyet-monyet tersebut mengikuti sambil makan pisang, sambil memandang ke arah kami. Seekor di antaranya tampak sudah begitu tua. Mungkin tak lama lagi monyet itu akan mati, dan seekor monyet yang lain tampak juga sedang hamil.” ujar juru kunci. Apa mungkin, kematian dan kelahiran mereka bisa bersamaan sehingga jumlah mereka tetap 41 ekor? Tak sedikit penduduk setempat berziarah ke tempat itu. Selain berziarah ke petilasan Pangeran Surya Nagara, juga tak sedikit yang syukuran dengan membawa nasi tumpeng untuk monyet-monyet itu. Dari mulai yang minta berkah hingga para TKI dan TKW syukuran sepulang kerja dari Arab Saudi.


Nah, bagi anda yang penasaran ingin mengetahuinya datang aja ke Desa kami. Sekedar ingin mengetahui asal-usul ataupun berziarah ke makam Buyut Banjar. Apalagi setiap bulan Syawal tempat ini dijadikan sebagai tempat rekreasi yang sangat menarik......